Dua Poros Kharisma NU: Membandingkan Kapasitas Gus Zulfa dan Kiai Marzuki Mustamar untuk Ketua PBNU

Dua Kandidat Ketua PBNU Terkuat
Dua Kandidat Ketua PBNU Terkuat

Cherbonnews.com | Dua Poros Kharisma NU: Membandingkan Kapasitas Gus Zulfa dan Kiai Marzuki Mustamar untuk PBNU - Dalam tubuh Nahdlatul Ulama (NU), kepemimpinan adalah hal krusial. Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga simbol moral, intelektual, dan spiritual. Pilihan pemimpin PBNU akan sangat menentukan arah keilmuan, struktur organisasi, dan relasi NU dengan masyarakat dan negara.

Saat ini, dua figur mencuat sebagai kandidat potensial untuk menduduki kursi PBNU: KH Zulfa Mustofa (Gus Zulfa) dan KH Marzuki Mustamar (Kiai Marzuki). Keduanya mewakili dua poros berbeda dalam kharisma NU: satu sebagai ulama intelektual-struktural, dan yang lain sebagai pengasuh pesantren dan tokoh basis akar rumput.

Tulisan ini menganalisis kapasitas kedua figur berdasarkan indikator kepemimpinan organisasi besar, dengan tujuan memberi gambaran dan rekomendasi kepada nahdiyin tentang siapa yang layak untuk masa depan PBNU.

Mengapa soal “kepantasan” itu penting

PBNU bukan sekadar organisasi sosial-keagamaan; ia adalah institusi yang berfungsi sebagai simpul rujukan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kultural bagi jutaan nahdiyin di Indonesia. Seorang Ketua Umum PBNU memiliki daya pengaruh yang bukan hanya administratif, tetapi juga normatif — mampu menegakkan manhaj ijtihad yang mewakili tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) NU, sekaligus menjaga pluralitas dan tradisi moderat yang menjadi ciri khas organisasi. Oleh karena itu, menilai figur calon ketua tidak cukup dengan melihat popularitas atau kedekatan politik; harus dilihat pula kapasitas ilmiah, pengalaman menangani konflik internal, rekam jejak dalam bahtsul masail, dan legitimasi moral.

Profil Dua Kandidat

Gus Zulfa (KH Zulfa Mustofa)

  • Menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU.
  • Pada 25 September 2024, UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (H.C.) kepadanya, khususnya karena kontribusinya di bidang ilmu arudh (sastra Arab/metrika syair) — pengakuan formal terhadap keahlian tradisional dan kesusastraan Arab. 
  • Dalam orasi ilmiahnya, ia menekankan bahwa syair Arab mengandung hikmah dan bisa menjadi instrumen pendidikan karakter serta peradaban; menegaskan pentingnya turots (tradisi keilmuan pesantren) sebagai fondasi intelektual Nahdliyin. 
  • Sikapnya dalam pengajian dan organisasi NU memperlihatkan komitmen terhadap perbaikan kelembagaan, islah (reformasi), dan penguatan struktur jam’iyyah.

Gus Zulfa, yang dikenal secara formal sebagai KH Zulfa Mustofa, menonjol karena kombinasi antara keilmuan tradisional pesantren dan kecakapan akademik modern. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU dan aktif dalam ranah bahtsul masail serta kajian istinbath hukum Islam — suatu ranah yang menjadi salah satu garansi legitimasi bagi kepemimpinan PBNU di tingkat ulama. Pencapaian akademisnya termasuk penghargaan Doktor Honoris Causa dari UIN Sunan Ampel Surabaya dalam bidang ilmu arudl (ilmu syair/metrical Arabic literature), yang memperkuat citra Gus Zulfa sebagai kiai yang memiliki kedalaman keilmuan tekstual dan kultural.

Keunggulan Gus Zulfa terletak pada posisi yang strategis dalam tata kelola internal PBNU: sebagai wakil ketua umum ia terlibat langsung dalam perumusan dan sosialisasi Peraturan Perkumpulan (Perkum) terkait bahtsul masail — upaya yang dimaksudkan untuk memperkuat konsistensi metode pengambilan keputusan keagamaan di tubuh NU. Pernyataan dan inisiatif semacam ini menunjukkan bahwa Gus Zulfa tidak hanya ahli dalam pengetahuan teks, tetapi juga memahami pentingnya mekanisme organisasi untuk menjaga koherensi fiqh sosial di tingkat nasional.

Kiai Marzuki Mustamar (KH Marzuki Mustamar)

  • Tokoh pesantren NU yang sangat dikenal di Jawa Timur.
  • Menjabat Ketua PWNU Jawa Timur, meskipun kemudian dicopot melalui Surat Keputusan PBNU No. 274/PB.01/A.II.01.44/99/12/2023. 
  • Pada 28 Desember 2023, Marzuki menyatakan bahwa ia telah menerima surat pemberhentian dari PBNU yang ditandatangani Ketua Umum PBNU, Rais Aam, dan Katib Aam. 
  • Ia mengaku belum memahami sepenuhnya alasan pemberhentian tersebut, meskipun menyatakan menerima keputusan secara organisasi. 
  • Dalam beberapa pernyataannya, ia menegaskan netralitasnya terkait politik praktis, termasuk Pilpres 2024. 
  • Latar pendidikannya: pesantren, kemudian pendidikan formal seperti IAIN (sekarang UIN). Dalam tesis/digilib, disebutkan bahwa Kiai Marzuki lahir 22 September 1966 dan belajar di pesantren, kemudian aktif mengajar pesantren.

KH Marzuki Mustamar adalah tokoh NU yang berakar kuat di basis pesantren Jawa Timur. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur dan dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, serta aktif dalam penguatan lembaga-lembaga NU di daerah. Kariernya menunjukkan kombinasi aktivitas dakwah, pendidikan, dan organisatoris di level wilayah — pengalaman yang relevan ketika PBNU membutuhkan figur yang familiar dengan problematika wilayah dan struktur cabang NU.

Namun, posisi Marzuki belakangan terguncang akibat proses internal yang berujung pada pencopotan dari jabatan PWNU Jawa Timur. Kejadian ini memperlihatkan dua hal: pertama, bahwa ia memang aktor penting yang berada dalam arena konflik kepengurusan; kedua, bahwa kapasitasnya sebagai figur konsolidatif perlu diuji ulang — apakah persoalan yang menyebabkan pencopotan bersifat substantif (pelanggaran tata organisasi) atau politis (kontestasi kepentingan) — sebuah pertanyaan yang relevan bagi nahdiyin yang mengedepankan keadilan organisatoris.

Indikator Penilaian Kelayakan Ketua PBNU

Berikut tabel kelayakan indikator calon Ketua PBNU, disusun berdasarkan standar kepemimpinan organisasi merujuk pada indikator umum yang digunakan dalam studi kepemimpinan (leadership competency framework, organizational governance, dan religious authority studies) serta praktik organisasi modern.

1. Otoritas Keilmuan

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Otoritas Keilmuan Kedalaman Ilmu Keislaman Penguasaan fikih, ushul fikih, manhaj Aswaja, dan kemampuan istinbath hukum. 5 Gus Zulfa dikenal kuat dalam istinbath dan menjadi rujukan bahtsul masail tingkat nasional. 4 Keilmuan pesantren sangat kuat, tetapi tidak sedalam kompetensi metodologis Gus Zulfa di tingkat PBNU.
- Rekam Jejak Akademik Kontribusi ilmiah, karya tulis, pengakuan akademik pesantren/kampus. 5 Punya rekam akademik kuat, termasuk penghargaan di bidang arudl dan kontribusi ilmiah. 3 Lebih fokus pada dakwah dan kepemimpinan pesantren daripada karya akademik formal.
- Peran di Bahtsul Masail Aktivitas dan pengaruh dalam forum ijtihad kolektif NU. 5 Aktif dan sentral dalam perumusan bahtsul masail PBNU. 3 Bukan figur dominan dalam bahtsul masail tingkat pusat.

2. Integritas & Moralitas Publik

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Integritas & Moralitas Rekam jejak etis Bebas konflik internal, skandal, atau penyalahgunaan wewenang. 5 Tidak ada catatan kontroversi besar; reputasi bersih dan tenang. 3 Pencopotan dari PWNU Jatim menjadi catatan publik, meski tidak berkaitan dengan moral pribadi.
- Kematangan spiritual Keteladanan akhlak, sikap, kewibawaan keulamaan. 5 Sikap lembut, rendah hati, diterima lintas kelompok NU. 5 Sangat dihormati santri dan kiai pesantren; figur karismatik dan tegas.
- Menjaga marwah organisasi Aktivitas dan pengaruh dalam forum ijtihad kolektif NU. 4 Stabil dan berhati-hati dalam pernyataan publik. 3 Pernyataan tegasnya kadang menimbulkan perdebatan publik.

3. Kemampuan Manajerial & Tata Kelola

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Manajerial & Governance Pengalaman struktural NU Jabatan strategis di PBNU/PWNU/PCNU. 4 Berpengalaman di PBNU dan lembaga keilmuan pusat. 5 Mantan Ketua PWNU Jatim, wilayah terbesar NU; pengalaman lapangan dan organisasi sangat kuat.
- Kapasitas governance Pengelolaan lembaga, transparansi, administrasi modern. 5 Punya pengalaman mendalam dalam tata kelola lembaga resmi PBNU. 3 Lebih kuat pada kepemimpinan pesantren daripada tata kelola organisasi modern.
- Kepemimpinan transformasional Kemampuan membawa perubahan berbasis visi jelas. 4 Mendorong standarisasi bahtsul masail & metodologi. 3 Lebih fokus pada peran sosial-dakwan daripada transformasi struktural.

4. Kapasitas Konsolidasi & Relasi Sosial

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Konsolidasi Kedekatan dengan basis nahdiyin Diterima jamaah, pesantren, cabang, dan akar rumput. 4 Dikenal di kalangan struktural; basis tradisional cukup kuat tetapi tidak sebesar kiai pesantren. 5 Sangat dekat dengan jamaah pesantren dan warga NU di akar rumput.
- Merawat ukhuwah Kemampuan mengelola konflik dan menyatukan faksi. 4 Cenderung moderat dan diterima berbagai faksi. 3 Pernah terlibat ketegangan internal organisasi.
- Relasi dengan banom Kerja sama dengan Ansor, FATAYAT, LAKPESDAM, IPNU-IPPNU, dll. 4 Relasi baik karena posisi di pusat. 4 Relasi kuat di wilayah, terutama struktur pesantren dan pemuda.

5. Visi Kebangsaan & Peran Global

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Kebangsaan & Global Wawasan kebangsaan Konsistensi pada NKRI, Pancasila, moderasi. 5 Konsisten pada narasi kebangsaan dan keilmuan moderat. 4 Sangat nasionalis, namun gaya penyampaian kadang tegas.
- Kemampuan diplomasi Relevansi dalam forum nasional dan internasional. 4 Gaya akademik mendukung representasi internasional. 3 Lebih dikenal di lingkup lokal/regional.
- Respons isu modern Literasi digital, isu global, perubahan sosial. 4 Adaptif pada isu metodologi modern dan diskursus global. 3 Lebih fokus pada problem lokal umat dan dakwah tradisional.

6. Kemandirian Dari Kepentingan Eksternal

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Kemandirian Independensi politik Bebas dari tekanan partai/elit. 5 Dianggap steril dari tarik-menarik politik praktis. 4 Tidak dekat partai, namun dinamika posisinya di PWNU Jatim dipandang berkaitan dengan faktor eksternal.
- Komitmen kemandirian NU Fokus pada kepentingan organisasi. 5 Konsisten menjaga marwah struktural PBNU. 4 Sangat membela kepentingan pesantren dan jamiyyah.

7. Komunikasi & Dakwah

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Komunikasi & Dakwah Narasi keagamaan Kekuatan argumen, kejelasan, dan manhaj. 5 Penjelasan ilmiah-sistematis, berorientasi metodologi. 4 Kuat, tegas, dan populer di jamaah; namun lebih retoris daripada analitis.
- Pengelolaan media Kemampuan menangani opini publik & media digital. 4 Pidato dan kajian sering dipakai sebagai rujukan digital. 3 Sangat populer, tetapi sering viral karena ketegasan yang memicu perdebatan.

8. Kesiapan Menghadapi Tantangan Internal PBNU

Kategori Sub-Indikator Deskripsi Kriteria Gus Zulfa Alasan Penilaian (Guz Zulfa) Kiai Marzuki Mustamar Alasan Penialain (Kiai Marzuki Mustamar)
Kesiapan Tantangan Internal Pemahaman struktur kompleks PBNU Memahami dinamika pusat-wilayah, kultur daerah, banom. 5 Punya pengalaman mendalam dalam struktur PBNU pusat. 4 Sangat paham dinamika wilayah dan pesantren, meski belum dominan di pusat.
- Eksekusi program besar Kemandirian ekonomi, digitalisasi, penguatan lembaga. 4 Mampu merancang program berbasis metodologi dan sistem. 4 Pengalaman eksekusi program sosial-keumatan di Jatim cukup kuat.

Rekomendasi Opini

Berdasarkan analisis, saya berpendapat:

Gus Zulfa adalah kandidat yang lebih layak menjadi Ketua Umum PBNU saat ini. Alasannya:

  • Kemampuannya untuk menggabungkan tradisi pesantren dengan pemikiran modern melalui keilmuan;
  • Potensi memperkuat kelembagaan NU lewat reformasi tata kelola;
  • Kapasitas akademik dan diplomatik untuk menghadapi tantangan global;
  • Independensinya dari kepentingan politik praktis, sehingga bisa fokus pada misi jam’iyyah.

Kiai Marzuki tetap sangat penting dalam ekosistem kepemimpinan NU:

  • Basis sosial dan kedekatannya dengan pesantren menjadikannya aktor strategis untuk mobilisasi dan legitimisasi di akar rumput;
  • Meski diberhentikan dari PWNU Jatim, pengalamannya menunjukkan kapasitas mobilisasi dan kepemimpinan lokal;
  • Sangat layak ditempatkan dalam kepengurusan PBNU — misalnya di divisi pesantren, dakwah, atau hubungan regional — agar suara basis pesantren tetap kuat dan terwakili.

Model Kepemimpinan Kolektif mungkin adalah solusi terbaik: PBNU dapat menyusun kepengurusan yang memadukan keilmuan, struktur, dan basis sosial. Kepemimpinan kolektif dengan kedua figur (atau figur yang setara) bisa membangun keseimbangan antara metodologi dan akar rumput.

Apa yang Dibutuhkan PBNU?

Jika PBNU memasuki fase:

1. Penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan standarisasi ijtihad

→ Gus Zulfa adalah pilihan paling strategis.

2. Konsolidasi basis pesantren tradisional dan mobilisasi massa keumatan

→ Kiai Marzuki lebih sesuai.

Namun pilihan terbaik tidak selalu harus satu figur.

Opini Penutup: Dua Poros, Satu Jamiyyah

Kedua figur ini sebenarnya tidak perlu dipertentangkan. NU terlalu besar untuk hanya dipimpin oleh satu narasi. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan:

  • keilmuan metodologis (yang direpresentasikan Gus Zulfa),
  • dan energi sosial dari basis pesantren (yang direpresentasikan Kiai Marzuki).

Dalam pandangan penulis, Gus Zulfa lebih layak menjadi Ketua PBNU, bukan karena Kiai Marzuki kurang baik, tetapi karena PBNU sedang berada pada fase:

  • modernisasi struktur,
  • penguatan legitimasi global,
  • kebutuhan stabilitas organisasi,
  • dan peneguhan metodologi ijtihad.

Di sisi lain, peran Kiai Marzuki tetap sangat penting, terutama dalam:

  • memperkuat basis jamaah,
  • konsolidasi pesantren,
  • menjaga identitas Aswaja tradisional.

Jika keduanya bisa berada dalam satu barisan kepengurusan, PBNU akan mendapatkan kombinasi ideal antara kekuatan metodologi dan kekuatan basis.

Sebuah duet yang dapat membawa jamiyyah ini pada lompatan sejarah berikutnya.

Akhir Kata

NU terlalu besar untuk dipimpin sekadar oleh figur. Ia membutuhkan manhaj, kelembagaan kuat, dan kemampuan membaca zaman. Perbandingan dua kandidat ini menunjukkan bahwa dinamika kepemimpinan NU tidak hanya soal charisma, tetapi tentang arah masa depan jamiyyah.

Semoga Muktamar mendatang memilih pemimpin yang paling maslahat bagi umat dan bangsa.

Referensi

  • UIN Sunan Ampel (UINSA), “Penganugerahan Gelar Honoris Causa … K.H. Zulfa Mustofa”  Dapat diakses di: https://uinsa.ac.id/penganugerahan-gelar-honoris-causa-antara-prestais-dan-prestasi
  • UINSA, “Anugerah Keahlian Langka, Rektor: Ini Tekad UINSA …”Dapat diakses di: https://uinsa.ac.id/anugerah-keahlian-langka-rektor-ini-tekad-uinsa-menghidupkan-rumpun-keilmuan-islam
  • Detik.com, “Isi Surat Pemberhentian KH Marzuki Mustamar …”Dapat diakses di: https://news.detik.com/berita/d-7113261/kh-marzuki-mustamar-dicopot-dari-ketua-pwnu-jatim-ini-isi-suratnya
  • Detik.com, “7 Hal soal PBNU Copot KH Marzuki Mustamar …”Dapat diakses di: https://www.detik.com/jatim/berita/d-7114375/7-hal-soal-pbnu-copot-kh-marzuki-mustamar-dari-ketua-pwnu-jatim
  • ANTARA News, “KH Marzuki Mustamar Hormati Keputusan PBNU …”Dapat diakses di: https://jatim.antaranews.com/amp/berita/756504/kh-marzuki-mustamar-hormati-keputusan-pbnu-soal-pemberhentian-dari-ketua-pwnu
  • Suara.com, “Dicopot dari Jabatan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki …”Dapat diakses di: https://www.suara.com/news/2023/12/29/181958/dicopot-dari-jabatan-ketua-pwnu-jatim-kh-marzuki-mustamar-apa-kesalahan-saya
  • MoeslimChoice.com, “Terkait Pencopotan KH Marzuki … Penjelasan PBNU”Dapat diakses di: https://www.moeslimchoice.com/berita/96711354713/terkait-pencopotan-kh-marzuki-mustamar-sebagai-ketua-pwnu-jawa-timur-ini-penjelasan-pbnu
  • Digilib UINSA, “Pesan Dakwah Marzuqi Mustamar tentang …” (tesis) Dapat diakses di: https://digilib.uinsa.ac.id/35094/3/Fitri%20Rahmawati_B91215086.pdf
  • Koma.id, “KH Marzuki Mustamar Diberhentikan dari Jabatan Ketua PWNU Jatim …”Dapat diakses di: https://koma.id/2023/12/28/kh-marzuki-mustamar-diberhentikan-dari-jabatan-ketua-pwnu-jatim-pbnu-masalah-internal/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama